Kamis, 05 Mei 2011

Jadilah Gembala Yang Baik (Yehezkiel 34 : 11 – 19)



Pasti kita sudah mengetahui apa tugas dari seorang Gembala. Tugas seorang gembala bukanlah pekerjaan yang ringan tetapi banyak tantangan  yang dihadapinya, gembala  harus mampu membawa ke padang yang berumput hijau, membaringkan ke air yang tenang, menyegarkan jiwanya, menuntun ke jalan yang benar dan membawa kehidupan yang tenang dan sejahtera. Dalam firman ini disebut adanya para gembala yaitu pemimpin bangsa Israel yang menggembalakan dombanya tidak benar, selalu menggembalakan dirinya sendiri, seperti: yang lemah tidak dikuatkan, yang sakit tidak diobati, yang luka tidak dibalut, yang tersesat tidak dibawa pulang, yang hilang tidak dicari, tetapi sebaliknya menginjak dan berbuat kekerasan bagi yang digembalakan (Yehezkiel 34: 4). Para gembala ini hidupnya penuh dengan serakah, egois, berbuat semena-mena dan tidak mau merasakan apa yang dirasakan oleh gembalanya, tidak bertanggung jawab kepada yang digembalakan, tidak mengumpulkan gembalanya tetapi membuat gembala tersesat. Inilah yang dikatakan nabi Yehezkiel  34 : 8, Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, sesungguhnya oleh karena domba-dombaKu menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembalaKu tidak memperhatikan domba-dombaKu, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-dombaKu tidak digembalakannya,” .  Melalu perbuatan Gembala yang jahat inilah Allah mengingatkan dalam Yehezkiel 34 : 2b, “Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?.” Karena itulah Allah memecat dan memberhentikan  gembala jahat ini, dan Allah langsung turun tangan sebagai  Gembala yang baik yang memperhatikan domba-domba, mencarinya dan menyelamatkan mereka dari segala tempat, seperti  Allah menggembalakan bangsa Israel yang membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan membawa mereka sampai ke tanah Kanaan (ay 11-12). Gembala yang baik adalah gembala yang mampu menolong dan berbuat yaitu; yang hilang dicari, yang tersesat di bawa pulang, yang luka dibalut, yang sakit dikuatkan, yang gemuk dan yang kuat kulindung dan menjadi hakim yang membawa keadilan diantara domba-domba yang digembalakan. (ay 13-16). Dalam Perjanjian Baru sangat jelas disebut bahwa Gembala yang baik adalah Yesus sendiri, dimana Yesus rela menberikan nyawanya untuk menebus dosa-dosa umat manusia dan Ia selalu mendengar dan mengenal suara domba-dombaNya (Joh. 10 : 11 + 14). Kita semua adalah termasuk gembala seperti majelis menggembalakan warga jemaatnya, orang tua menggembalakan anak-anaknya, Pemimpin Negara menggembalakan rakyatnya, guru menggembalakan muridnya, dokter menggembalakan pasiennya dll. Sebagai gembala hendaklah kita menjadi panutan, contoh dan teladan bagi orang-orang yang digembalakan, sesuai kata dengan perbuatan, mau berkorban demi yang digembalakan, dan sebagai gembala yang baik teladanilah hidup Yesus sebagai gembala yang baik, setia mengorbankan diriNya untuk orang-orang berdosa. Amen
Pdt. R. Lumbantobing

Sabtu, 30 April 2011

Barita Jubileum 150 taon HKBP. Jubileum tirket huria.

Barita Jubileum 150 taon HKBP.
Jubileum tirket huria. Nunga diputushon ia pesta Jubileum tirket huria, dipatupa do di hurianta di ari Minggu 22 Mei 2011. Andorang so perayaan Jubileum i dipatupa do beberapa kegiatan ima:
       -     Minggu, 15 Mei 2011, pukul 12.00 WIB (dung simpul kebaktian pukul 10.00 WIB). Seminar tentang langkah-langkah yang dilakukan Pdt. Dr. IL. Nommensen na ni uluhon ni Pdt. Dr. J.R. Hutauruk (Mantan Ephorus HKBP).
       -      Kamis, 19 Mei 2011, pukul 18.00 WIB. Malam Evangelisasi (Puji-Pujian di Gereja HKBP Pasar Rebo) pinangido nasa seksi-seksi koor asa patubegehon puji-pujian. Laos dilehon ma judul-judul ni lagu na naeng sipatubegehononna di malam puji-pujian i, dipasahat ma i tu kantor gereja manang tu St. B. Panjaitan.
Mansohot partangiangan. Ala tapatupa do malam pujipujian di ari Kamis, 19 Mei 2011 alani pinabotohon ma di nasa Minggu i mulai tanggal 17 – 19 Mei 2011 mansohot ma partangiangan alai tapasada ma i digareja di ari Kamis, 19 Mei 2011 pukul 18.00 WIB

Perayaan Paskah Singkola Minggu HKBP Pasar Rebo.


a.     Di ari Minggu sadarion, 01 Mei 2011, saut do perayaan Paskah Singkola Minggu na maringanan di Kampung Main Cipulir. Dung jolo dipatupa nasida kegiatan Mencari telur Paskah di komplek Gereja on di mulai pukul 04.00 WIB manogot. Dung sidung kegiatan i, borhat ma muse tu Kamupung Main Cipulir na ni uluhon ni Bvr. S. Sitompul, St. IF. Sinambela, Guru-guru Singkola Minggu dohot Orang Tua. Tatangianghon ma asa boi denggan mardalan perayaan Paskah i di na borhat nang mulak muse sian perayaan Paskah i.
b.     Kunjungan kasih dalam rangka Paskah. Di ari Minggu, 08 Mei 2011 dipatupa  anak-anak Singkola Minggu, Guru Singkola Minggu rap dohot Dewan Koinonia do kunjungan kasih dohot pemberian bingkisan Paskah tu deba ruas ni hurianta. Tatangianghon ma asa denggan mardalan kunjungan kasih i.

Jumat, 29 April 2011

Hidup Sama Seperti KRISTUS Telah Hidup (JOHANNES 21 : 1 – 14)


Saudaraku, berita kebangkitan Tuhan Jesus yang mengalahkan kuasa dosa dan maut manghadirkan pengharapan dan kemenangan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dalam ketaatan dan pengorbananNya di kayu salib, Kristus telah memperdamaikan kita dengan Allah. Ini adalah berita sukacita karena tidak seorangpun lagi yang percaya kepada Kristus berada dalam kuasa dosa dan maut. Kita telah dipindahkan dari kematian menuju kehidupan dalam kebangkitan Kristus. Kita telah menjadi ciptaan baru didalam Kristus. Alangkah indahnya beriman kepada Kristus. Namun, kita patut mewaspadai diri terlena dalam euforia kebangkitan dan kemenangan Kristus. Sebab, kita hidup bukan lagi hanya untuk diri kita sendiri melainkan kita hidup untuk dan di dalam Kristus. Sejatinya, hidup sama seperti Kristus telah hidup adalah respon yang harus kita nyatakan sebagai bukti dan pengenalan dan rasa syukur kita atas pengorbanan Kristus. Tuhan Jesus telah menampakkan diriNya kepada murid-muridNya (menyingkapkan) bahwa Jesus benar-benar bangkit, dan menyadarkan mereka supaya jangan ragu dan bimbang. Di tengah pekerjaan murid-muridNya sebagai penjala ikan Jesus datang di tengah laut. Jesus melakukan mujizat kepada Petrus. Dengan taat Petrus mematuhi perintah Jesus. Mujizat adalah spesialisasiNya karena itu jangan pernah batasi dirimu untuk mempercayai dan menaati Dia. Pertanyaan kita adalah bagaimana Kristus hidup! Kristus dalam menjalani hidupNya dipenuhi dengan kesetiaan dan ketaatan dalam mewujudkan kehendak BapaNya. Dia merendahkan diri dan taat sampai mati. Bagi Kristus melakukan perintah dan firman Tuhan berada di atas segala-galanya keinginanNya sebagai manusia tunduk dalam rencana penyelamatan Allah. Kristus adalah perwujudan kasih Allah yang sempurna. Di dalam Kristus, eksistensi diri Allah menjadi nyata. KetaatanNya yang penuh kasih menyelamatkan dunia. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Jesus! Hidup bersama Jesus itulah panggilan kita pada Minggu ini. Sebagai ciptaan baru kita patut mengandalkan Allah dan taat kepada firmanNya dalam menjalani kehidupan ini. Seumpama bayi yang baru lahir percaya benar akan pemeliharaan orang tuanya. Rasa takut dan khawatir tidak memiliki tempat dalam hidupNya. Demikianlah, umat yang telah menerima pengampunan dosa dan diperdamaikan dengan Allah menjalani hidupnya. Hidup dalam ketaatan dan percaya akan pemeliharaan Allah. Hidup yang taat dan percaya terwujud dalam kesediaan menuruti perintah dan firman Allah. Kata kunci dalam perintah dan firmanNya adalah kasih. Mengasihi Allah dan mengasihi sesama, sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat (1 Joh. 5 : 3). Hiduplah sama seperti Kristus telah hidup! BuahNya adalah hidup yang sejati, percayalah!
Amen
Pdt. Deli Martha br. Marpaung

Minggu, 24 April 2011

Kebangkitan Yesus Itulah Jaminan Iman, Pengharapan Dan Hidup Kekal Bagi Kita


Yesus sudah bangkit, inilah berita sukacita yang kita rayakan hari ini. Berita kebangkitan Yesus inilah yang menjadi pusat iman orang Kristen dan sumber titik tolak iman Kristen, sama seperti jantung dalam tubuh kita, bila tidak ada jantung kita akan mati, demikianlah kebangktian Yesus bagi kita yang membawa jaminan iman dan keselamatan bagi kita.  Seluruh kitab Injil dan seluruh kitab Perjanjian Baru ditulis, karena adanya peristiwa “Kebangkitan”, bahkan seluruh hidup dengan pekerjaan Yesus selama 33 tahun hanya dapat kita mengerti bila kita memahami makna peristiwa kebangkitan. Sebagaimana kata  Paulus dalam 1 Korint 15 : 17 yaitu, “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.” Artinya jika peristiwa kebangkitan tidak terjadi,  tidak ada gunanya kita berdoa, membaca firmanNya, memuji namaNya dan tidak ada gunanya gereja, orang Kristen dan kebaktian yang kita lakukan, karena Kristus yang sudah mati tidak mungkin mendengar doa dan permohonan kita, bahkan Dia hanyalah seorang pahlawan yang sudah gugur. Padahal yang kita butuhkan adalah seorang Juruselamat  dan Pemimpin yang hidup dan Juruselamat yang bisa mendengar doa kita, menyelamatkan dari dosa dan menyediakan tempat yang kekal bagi kita. Tetapi kenyataan Kristus benar-benar bangkit dari kematian, kebangkitan Kristus bukan hanya sebagai khayalan, dongeng dan bayangan semu. Yang jelas Kristus bangkit, sebagaimana dalam firman ini disebut: Waktu pagi-pagi benar pergilah Maria Magdalena ke kubur dan ia melihat bahwa bahwa batu telah diambil dari kubur atau batu penutup kubur sudah terguling (kuburan kosong). Melalui peristiwa ini Maria Magdalena cepat-cepat memberitahukan kepada murid Yesus seperti Simon Petrus dengan mengatakan, “Tuhan telah diambil orang dari kuburNya dan kami tidak tahu dimana Ia diletakkan.” Kemudian para murid-murid dengan cepat berlari pergi kekuburan dan mereka melihat kain kafan terletak di tanah, kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak di dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping dan sudah tergulung. Akhirnya mereka percaya, seperti yang telah dikatakan dalam kitab suci bahwa Ia harus bangkit dari antara orang matiJadi makna  Paskah bagi kita adalah :
a.    Jaminan pengharapan. Kristus yang telah bangkit itulah sebagai buah sulung membuka pintu bagi kita orang percaya dan Dialah yang menanti-nantikan orang percaya. Hal ini berarti kematian bukan lagi musuh yang kejam, bukan lagi harus  ditakutkan, justru kematian itulah jalan  menuju hidup yang kekal.
b.  Membawa pembaharuan dan semangat baru bagi kita. Semua  murid dan  wanita, setelah kematian Yesus mereka merasa sedih, takut, sembunyi, tetapi saat Yesus bangkit terjadi pembaharuan dari dari patah hati menjadi bulat hati, dari perasaan sedih menjadi sukacita. Karena itu kita diajak melalui paskah ini, agar senantiasa membaharui diri dengan ikut bersuka-cita tyerutama memberitakan firmanNya.
c.    Kepastian iman, pengampunan  dosa dan keselamatan bagi kita. Jadi jika kita setia pada Yesus, selalu meluangkan waktu untuk mendengar, merenungkan, dan melakukan firmanNya, semuanya ini bukan lagi sia-sia tetapi sudah ada jaminan  iman, pengharapan dan  hidup yang kekal bagi kita.   Selamat Paskah. Amen.
Pdt. R. Lumbantobing

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons