Sabtu, 10 September 2011

“TUHANLAH PENGHARAPAN DAN KESELAMATAN KITA” (Jesaya 29 : 17 – 24)

Saudara yang terkasih…
Setiap orang pasti pernah mengalami berbagai tantangan dan pergumulan hidup. Bahkan orang yang percaya kepada Tuhan sekalipun pasti mengalami berbagai ragam penderitaan yang silih berganti. Dalam situasi yang demikian ada orang yang bersikap pesimis, putus asa, kehilangan pengharapan bahkan frustasi dan bisa juga menjauh dari Tuhan karena merasa tidak ada lagi yang diharapkan dari Tuhan dan dalam pikirannya Tuhan telah meninggalkannya. Tetapi, perlu juga kita renungan, apakah penderitaan yang terjadi itu karena kesalahan dan dosa kita dihadapan Tuhan? jika itu terjadi, mari kita memohon pengampunan dari Tuhan, karena dengan kasihNya dan kemurahanNyalah kita dipulihkan. Sebagaimana yang terjadi dalam konteks firman Tuhan di Minggu ini : umat Israel, umat Allah jatuh kepada pembuangan; Allah menyerahkan mereka kepada penindasan bangsa-bangsa lain (Yesaya 29 : 1 – 8) dan mereka menjadi bangsa yang buta (Yesaya 29 : 9 – 16). Apa yang membuat Allah murka terhadap bangsa itu? Karena sikap dan perilaku bangsa itu yang melakukan kejahatan dihadapan Allah. Mereka lebih percaya kepada bangsa lain bahkan meminta pertolongan dari mereka daripada terhadap Allah mereka sendiri. Dalam penderitaan yang dialami umat itu, tidak ada yang dapat melepaskan mereka, kecuali Allah sendiri yang sanggup menyelamatkan mereka. Demikianlah firman ini, melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan penghiburan kepada umatNya yaitu bahwa Allah sendiri akan memulihkan dan memperbaharui umatNya sehingga akan tampak keadilan Allah yang menyelamatkan umatNya. Sebagaimana firmanNya mengatakan dalam ayat 17: “Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan?” kata ini mengisyaratkan bahwa masa pemulihan akan datang. Keselamatan sesudah penindasan akan tiba. Bahkan perubahan yang luar biasa akan terjadi dan hanya Allah yang melakukan itu. “Libanon” yang merupakan tempat tumbuhnya pohon ara yang tinggi dan besar yang adalah juga symbol kesombongan; tetapi dikatakan akan diubah menjadi kebun buah-buahan, yang melambangkan kerendahan hati; artinya Allah akan memperbaharui hati orang yang sombong menjadi rendah hati bahkan akan muncul pertobatan yaitu berbalik kepada Allah meninggalkan segala perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Allah. Bahkan Allah akan “membuka mata mereka” dan “telinga yang tuli akan mendengar” artinya Allah akan menyembuhkan mata dan telinga rohani umatNya menjadi terbuka dan mereka dapat melihat perbuatan Allah yang ajaib serta hidup dalam terang dan berjalan dalam keadilan Allah sehingga semua bangsa melihat bahwa Allah setia kepada janjiNya dan atas bangsa pilihanNya. Firman ini sangat kontekstual dengan apa yang kita alami saat ini, baik ditengah-tengah bangsa kita maupun di dunia ini. Banyak krisis yang terjadi seperti krisis ekonomi, sosial, politik, krisis moral, bahkan krisis iman dan banyak berbagai bencana yang terjadi dalam kehidupan kita.  Dalam situasi yang demikian mari kita merenung dan mengevaluasi diri kita apakah yang sudah kita perbuat di hadapan Tuhan. Firman ini mengajak kita supaya kita masing-masing melakukan transformasi atau perubahan baik untuk diri kita sendiri maupun disekitar kita dan mari kita mulai perubahan itu dari diri kita sendiri dengan tetap berjalan di dalam kebenaran firman Tuhan, sikap kerendahan hati dihadapan Tuhan dan menjauhkan diri dari kesombongan. Allah mengutus kita sebagai perpanjangan tanganNya untuk menegakkan keadilan dan berani untuk menyatakan kebenaran, menjauhkan diri dari perilaku kejahatan. Dan satu hal lagi supaya kita tetap di dalam iman yang setia kepada Tuhan Allah, jangan pernah berpaling dari Dia, hanya Dialah Allah yang kita sembah, pengharapan dan keselamatan kita. Dengan demikian Allah akan menyatakan kasihNya bagi setiap orang yang percaya dan yang berharap kepadaNya. Amen
Bvr. S br. Sitompul

Jumat, 02 September 2011

PELEAN UCAPAN SYUKUR BULANAN.

Di ari Minggu tanggal 11 September 2011 papungu Pelean Ucapan Syukur Bulanan do hita di parmingguon pukul 07.00, 10.00 dohot 18.00 WIB. Tapasahat ma pelean i sian ias ni roha marhite parbue ni haporseaonta.

JUBILEUM 150 TAON HKBP TIRKET DISTRIK DOHOT PUSAT.

JUBILEUM 150 TAON HKBP TIRKET DISTRIK DOHOT PUSAT.
a.    Hombar tu program Distrik dalam rangka Jubileum 150 Taon HKBP nunga sahat tu hita “Celengan Jubileum,” dalanta laho manumpahi ulaon pesta Jubileum i. Alani i, taingot be ma mangisi celengan i dibagasta be. Tasangkapi do dibulan September on laho papunguhon celengan i. Tapasahat ma i marhite parbue ni haporseaonta.
b.    Lomba Festival paduan suara dalam rangka Jubileum 150 Taon HKBP.
Dalam rangka perayaan Jubileum 150 Taon HKBP Tirket Distrik dohot Pusat, dipatupa do sada sian kegiatan Jubileum i, festival paduan suara na di patupa di bulan Oktober 2011 ima na dibagi 4 kategori :
-    Festival Paduan Suara Anak
-    Festival Paduan Suara Campuran
-    Festival Paduan Suara Ina/Wanita
-    Festival Paduan Suara Ama/Pria
Alani, pinangido ma sian hurianta on asa dohot berpartisipasi mandohoti festival paduan suara i. Tatangianghon ma asa denggan mardalan acara festival paduan suara i.

KUNJUNGAN SOSIAL DEWAN MARTURIA/ZENDING.


Na di ari Kamis, 18 Agustus 2011 borhat do Dewan Marturia melalui seksi Zending mangebati ruas ni hurianta ima Ny. DC. Purba br. Pasaribu d/a Pondok Mekarsari Jl. Pisang Blok N No. 5, Wijk 1. Alani parsahiton naung leleng diae nasida. Tatangianghon ma asa dilehon Tuhanta tu nasida hahipason asa boi muse hita rap marpungu di tonga-tonga ni huria i.

KEGIATAN SERMON DOHOT PHD.


KEGIATAN SERMON DOHOT PHD.
a.       Tema kebaktian Jubileum di wijk-wijk dalam Minggu ini, “Garam dan terang” (Matius 5 : 13 – 16).
b.       Tema PHD Lansia, ari Selasa, 06 September 2011 pukul 09.30 WIB, “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, merekalah yang menerima berkat dari Tuhan (Mazmur 24 : 4 – 6) na maringanan di Gereja HKBP Pasar Rebo.
c.       Tema PHD Parompuan, ari Kamis, 08 September 2011 pukul 17.00 WIB, “Bercitarasa dan bercahaya” (Matius 5 : 13 – 16) na maringanan di Gereja HKBP Pasar Rebo.
d.    Tema Sermon GSM, ari Jumat, 09 September 2011 pukul 20.30 WIB, “Mengikut Yesus dan memikul salib” 
        (Matius 16 : 13 – 26) na maringanan di Konsistori.

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons