Di zaman sekarang ini, manusia selalu berusaha untuk mendapatkan kuasa, jabatan dan kedudukan. Tetapi persoalan sekarang ada orang yang berjuang untuk mendapatkan kedudukan dengan hal-hal yang tidak benar, dengan menghalalkan segala cara, seperti cara nepotisme, dimana ia berusaha mendapatan kedudukan karena ada keluarga atau kerabat yang mempunyai jabatan tinggi atau kepala dinas, ia berharap dengan pejabat tinggi boleh memasukkan pekerjaan yang layak, di salah satu instansi (kantor). Kehidupan untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi dengan cara nepotisme sudah ada sejak zaman Yesus, hal itu terbukti, para murid Yesus yaitu Yohannes dan Yakobus memanfaatkan kekerabatannya dengan Yesus untuk mendapatkan posisi yang menurut mereka menjamin masa depannya. Mereka berdua meminta, sebagai tanda adanya hubungan keluarga dengan Yesus sebagai saudara sepupu Yesus, jadi mereka meminta kedudukan yang layak yaitu agar mereka dapat diperkenankan duduk dalam kemuliaanNya kelak, yang seorang duduk disebelah kanan dan seorang lagi disebelah kiri. Permintaan ke-2 muridNya ini sangat mengecewakan Yesus sebagai guruNya, sehingga Yesus mengajarkan bagi mereka, bagi yang layak menjadi pemimpin dan mendapat kedudukan yang layak harus rela minum cawan yang harus di minum oleh Yesus dan di baptis dengan baptisan yang harus di terimaNya (ay. 38). Pernyataan Yesus ini, tidak mendalam dipikirkan oleh Yohannes dan Yakobus, sehingga mereka dengan mudah menjawab, “kami dapat berbuat demikian”, asal mereka boleh mendapatkan kedudukan itu, ternyata dalam pelaksanaannya mereka tidak mampu menghadapi penderitaan, buktinya waktu Yesus memikul salibNya satupun para muridNya tidak ada yang mau membantunya termasuk Yakobus dan Yohannes yang saudara sepupuNya. Karena itulah Yesus kembali mengatakan bagi para muridNya, agar boleh mendapatkan kehidupan yang kekal haruslah rela menjadi penurut, pelayan dan rendah hati, sebagaimana ia mengatakan dalam ayat 45, “Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Disini Yesus mau membaharui pola pikir dan paradigma yang selama ini yang hanya memikirkan kebutuhan dan kepentingan mereka, jadi agar mereka terkenal dan punya kedudukan terutama ditempatkan di sisi Allah, maka harus rela melayani, mengasihi dan menjadi murid Yesus yang sejati. Demikian jugalah kita sebagai warga jemaat, agar mendapatkan kedudukan di kerajaan Allah nantinya, haruslah kita rela melayani bukan dilayani. Persoalan bagi kita orang Batak sekarang masih melekat falsafah orang Batak yaitu, “Sude do halak Batak gabe anak ni Raja dohot boru ni Raja di luat na be. Jadi molo nunga Raja gabe sihobasan ma i ndang gabe parhobas, gabe sioloan ma i ndang gabe pangoloi.” Pola pikir yang demikianlah yang mau diperbaharui oleh Yesus, menjadi orang Kristen yang sejati, haruslah setia melayani bukan untuk dilayani, haruslah mau berbuat, berkorban dan mengasihi orang lain dan upah kita akan besar disorga. Selamat melayani bukan dilayani. Amen / RLT
Jumat, 19 Oktober 2012
MELAYANI BUKAN UNTUK DILAYANI (MARKUS 10 : 35 – 45)
Di zaman sekarang ini, manusia selalu berusaha untuk mendapatkan kuasa, jabatan dan kedudukan. Tetapi persoalan sekarang ada orang yang berjuang untuk mendapatkan kedudukan dengan hal-hal yang tidak benar, dengan menghalalkan segala cara, seperti cara nepotisme, dimana ia berusaha mendapatan kedudukan karena ada keluarga atau kerabat yang mempunyai jabatan tinggi atau kepala dinas, ia berharap dengan pejabat tinggi boleh memasukkan pekerjaan yang layak, di salah satu instansi (kantor). Kehidupan untuk mendapatkan kedudukan yang tinggi dengan cara nepotisme sudah ada sejak zaman Yesus, hal itu terbukti, para murid Yesus yaitu Yohannes dan Yakobus memanfaatkan kekerabatannya dengan Yesus untuk mendapatkan posisi yang menurut mereka menjamin masa depannya. Mereka berdua meminta, sebagai tanda adanya hubungan keluarga dengan Yesus sebagai saudara sepupu Yesus, jadi mereka meminta kedudukan yang layak yaitu agar mereka dapat diperkenankan duduk dalam kemuliaanNya kelak, yang seorang duduk disebelah kanan dan seorang lagi disebelah kiri. Permintaan ke-2 muridNya ini sangat mengecewakan Yesus sebagai guruNya, sehingga Yesus mengajarkan bagi mereka, bagi yang layak menjadi pemimpin dan mendapat kedudukan yang layak harus rela minum cawan yang harus di minum oleh Yesus dan di baptis dengan baptisan yang harus di terimaNya (ay. 38). Pernyataan Yesus ini, tidak mendalam dipikirkan oleh Yohannes dan Yakobus, sehingga mereka dengan mudah menjawab, “kami dapat berbuat demikian”, asal mereka boleh mendapatkan kedudukan itu, ternyata dalam pelaksanaannya mereka tidak mampu menghadapi penderitaan, buktinya waktu Yesus memikul salibNya satupun para muridNya tidak ada yang mau membantunya termasuk Yakobus dan Yohannes yang saudara sepupuNya. Karena itulah Yesus kembali mengatakan bagi para muridNya, agar boleh mendapatkan kehidupan yang kekal haruslah rela menjadi penurut, pelayan dan rendah hati, sebagaimana ia mengatakan dalam ayat 45, “Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Disini Yesus mau membaharui pola pikir dan paradigma yang selama ini yang hanya memikirkan kebutuhan dan kepentingan mereka, jadi agar mereka terkenal dan punya kedudukan terutama ditempatkan di sisi Allah, maka harus rela melayani, mengasihi dan menjadi murid Yesus yang sejati. Demikian jugalah kita sebagai warga jemaat, agar mendapatkan kedudukan di kerajaan Allah nantinya, haruslah kita rela melayani bukan dilayani. Persoalan bagi kita orang Batak sekarang masih melekat falsafah orang Batak yaitu, “Sude do halak Batak gabe anak ni Raja dohot boru ni Raja di luat na be. Jadi molo nunga Raja gabe sihobasan ma i ndang gabe parhobas, gabe sioloan ma i ndang gabe pangoloi.” Pola pikir yang demikianlah yang mau diperbaharui oleh Yesus, menjadi orang Kristen yang sejati, haruslah setia melayani bukan untuk dilayani, haruslah mau berbuat, berkorban dan mengasihi orang lain dan upah kita akan besar disorga. Selamat melayani bukan dilayani. Amen / RLT
Kamis, 19 Juli 2012
KEGIATAN SERMON DAN PHD DI MINGGU INI.
a. Hari Senin,
tanggal 23 Juli 2012, Sermon Majelis, pukul 19.30 WIB dengan tema “Allah peduli dengan umatNya” (Mazmur 145
: 14 – 17) bertempat di Gereja.
b. Hari Selasa,
tanggal 24 Juli 2012 Sermon Seksi
Lansia, pukul 09.30 WIB dengan tema “Jalan
orang benar dan orang fasik” (Mazmur 1 : 1 – 3) bertempat di Gereja.
c. Hari Kamis,
tanggal 26 Juli 2012, Sermon Seksi
Parompuan, pukul 17.00 WIB dengan tema “Menjadi orang yang bijaksana” (Titus 2 : 5) bertempat di Gereja.
d. Hari Jumat,
tanggal 27 Juli 2012, Kebaktian Koor Manna,
pukul 19.30 WIB, bertempat di rumah Kel. St. B. Panjaitan/br. Aruan; Gg.Nurul
Yaqin Rt.06/08 No.60 Kelapa Dua Wetan.
|
PEMBINAAN GURU-GURU SEKOLAH MINGGU.
Laho pahembanghon panghobasion tu angka
Guru-guru Sekolah Minggu dihurianta on, dipatupa do pembinaan tu nasida ima
dimulai tanggal 20 – 22 Juli 2012 (Jumat, Sabtu, Minggu) na maringanan di Cipanas,
Villa Teen Rach Jl. Hanjawar Pacet KM. 1 Puncak – Jawa Barat dohot tema : “Pemahaman Psikologi Anak dan kerjasama
antar Guru Sekolah Minggu dalam hubungannya dengan peningkatan pelayanan di
Sekolah Minggu melalui pengembangan metode pengajaran Sekolah Minggu”, na
didampingi Dewan Koinonia ima St. H.P. Gultom, St. S. Sinaga dohot St. A.W.
Sagala. Tatangianghon ma nasida asa
denggan mardalan pembinaan Guru-guru Sekolah Minggu i, jala di na mulak pe tu
hurianta on dibagasan hahipason dohot las ni roha.
PANDIDION NA BADIA.
Di ari Minggu tanggal 12 Agustus 2012, dipatupa
do Pandidion Na Badia di hurianta on diparmingguon pukul 10.00 WIB. Alani ro ma
natoras (ama-ina) marguru di ari Kamis, 09 Agustus 2012 masuk pukul 15.00 WIB.
Laos diboan ma surat hatorangan sian sintua wijk na be.
SINODE DISTRIK HKBP XIX JAKARTA 2.
Di ari Senin s/d Kamis, 23 – 26 Juli 2012
dipatupa Distrik XIX Jakarta-2 do Sinode Distrik maringanan di Lembang Bandung,
ni dohotan ni Pandita Ressort, Utusan Distrik St. P.H. Sirait, dohot Utusan
Sinode Godang St. S. Sitompul. Tatangiangkon
ma asa denggan mardalan Sinode i na lam padengganhon di panghobasion di
hurianta.
Alamat HKBP Pasar Rebo
Recent Posting :




20.37
HKBP Pasar Rebo
