Jumat, 04 Mei 2012

BERSUKACITALAH SENANTIASA DI DALAM TUHAN (Filippi 4 : 4 – 7)


Pasti kita selalu mendambakan hidup dalam suasana sukacita, tidak ada diantara kita yang mendambakan hidupnya selalu susah, menderita dan bergumul. Biasanya orang  bersukacita karena ada motivasi seperti karena  Ulang Tahun kelahiran atau Perkawinan, ada juga karena anak lulus dari sekolah, naik kelas, dapat pekerjaan, naik pangkat, sembuh dari penyakit dan selamat dari mara bahaya. Ada juga orang yang berusaha untuk dapat bersukacita dengan cara mencari tempat hiburan, menonton TV, piknik, rekreasi, dan wisata rohani. Semuanya apapun usaha  untuk bersukacita tidak masalah, akan tetapi sukacita di dunia ini sementara (terbatas),  Bagi Paulus sukacita ada bedanya, Paulus mengatakan : Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan, bersukacitalah (Filippi 4 : 4). Bersukacitalah senantiasa dalam arti apapun yang terjadi dalam hidup ini suka atau duka, laba atau rugi haruslah bersukacita. Bagi Paulus  sukacita haruslah di dalam Tuhan, inilah sukacita yang kekal. Kebetulan Paulus membuat surat ini, waktu Paulus sedang di penjara, yang mungkin bagi kita secara logika sulit menerima bagaimana Paulus bisa bergembira di penjara dan bahkan menyerukan warga jemaat supaya senantiasa bersukacita apapun yang terjadi. Namun yang berharga Paulus menyadari walaupun dia menderita sampai dipenjarakan bukan karena dosanya, bukan karena kejahatannya, tetapi  Paulus menderita karena setia memberitakan injil, karena nama Kristus yang diberitakan,  inilah yang membuat dia bersukacita dan tidak putus asa sekalipun hidupnya terancam.  Karena itulah firman ini mengajak kita agar senantiasa bersukacita di dalam Tuhan. Sukacita kita bukan hanya saat-saat bahagia tetapi bagaimana  kalau ada pergumulan, ada masalah  kita,  apa mampu bersuka-cita ? Paulus mengajak kita dalam keadaan apapun kita harus boleh bersuka-cita. Persoalannya adalah  bagaimana agar kita senantiasa bersukacita  ? Apa yang harus kita perbuat ? Untuk itu perlu kita renungkan  yaitu : - Hiduplah di dalam Tuhan, artinya senantiasalah kita  menyerahkan tubuh, jiwa, roh kepada Tuhan, setia berdoa, mendengar firmanNya dan memuji namaNya, seperti kata pemazmur, Mazmur 37 : 4 Daud berkata : Bergembiralah karena Tuhan, dan Mazmur 43 : 4, “Allah yang adalah…kegembiraanku”. Jadi orang yang hidup di dalam Tuhan akan selalu bersukacita.  - Hiduplah dengan mensyukuri apa yang ada bagi kita (Epesus 5 : 20). Bila kita sudah mensyukuri apa yang ada bagi kita, maka kita tidak lagi  bersungut-sungut apapun yang kita terima, tetapi apa yang ada bagi kita cukuplah (2 Tim 6 : 1 – 18), dengan rasa cukup inilah  harta yang mahal yang membuat kita bersukacita. - Hiduplah dengan tanpa rasa khawatir menjalani hidup ini seperti dalam firman ini Filippi 4 : 6, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” - Hidup sukacita bukan hanya ditentukan oleh orang lain tetapi diri kita sendiri; seperti dalam Amsal 17 : 22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Artinya hati inilah penggerak yang dapat membuat hidup kita gembira. Jadi bila Allah yang berada di hatimu dan menguasai hatimu, maka hatimu akan senantiasa bergembira. Karena itu marilah kita hidup di dalam Tuhan Yesus,  agar hidup kita penuh sukacita yang kekal. Amen
Pdt. R. Lumbantobing, S.Th

2 komentar:

Jual Foredi mengatakan...

terima kasih atas artikel yang menguatkan iman

Unknown mengatakan...

Makasih, semoga bermanfaat.

Posting Komentar

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons