Kamis, 17 Mei 2012

HIDUP BERBAHAGIA DI DALAM TUHAN (Mazmur 1 : 1 – 6)


Pasti semua orang mendambakan hidup bahagia, tidak ada manusia ingin hidupnya menderita dan susah. Persoalannya adalah banyak manusia hidup bahagia hanya ukuran kebahagiaan dunia ini, seperti bagi orang Batak sering disebut Berbahagialah (namartua molo nunga dapot hamoraon, hagabeon dohot hasangapon). Memang kita bersukacita dan berbahagia bila Tuhan memberi bagi kita kekayaan, keturunan, panjang umur, dan kesehatan, semuanya itu kita syukuri, tetapi bukan menjadi ukuran kebahagian kekal, semuanya itu terbatas. Oleh karena itu dimanakah kebahagian itu? Pemazmur disini mengajak kita bahwa kebahagiaan yang kekal itu harus di dalam Tuhan. Kebahagiaan itu kita terima, bila kita :
-          Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, artinya tidak seiring dan tidak mau kompromi dengan rencana orang-orang jahat.
-          Tidak berdiri di jalan orang berdosa, artinya tidak sepakat dengan mereka yang hidupnya menyeleweng dari kehendak Allah.
-          Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, artinya menjauhkan persekutuan dengan orang-orang yang menjadi musuh Allah.
Dari sini jelas hidup kita ini diingatkan jangan mudah terpengaruh dengan orang fasik, orang berdosa, orang pencemooh, jangan mudah terpengaruhi dengan roh-roh zaman dan penyakit sosial masyarakat yang berkembang sekarang. Tetapi hiduplah sesuai kehendak Allah, sebagaimana disebut Roma 12 : 2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”. Jadi kebahagiaan ini dapat kita terima bila kita benar-benar dapat membuat Taurat Tuhan (Firman Tuhan) menjadi kesukaan yang setia untuk merenung, menghayati dan melaksanakannya siang dan malam, membuat Firman Tuhan yang menjadi dasar pedoman hidupnya sebagaimana disebut dalam Ulangan 6 : 7 “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”. Bagi orang yang kesukaannya Firman Tuhan digambarkan seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak akan layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil, artinya hidupnya diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi semua orang. Untuk itu bagi kita sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita senantiasa membuat Firman Allah yang menjadi kesukaan kita, agar Tuhan setia memberkati dalam segala pekerjaan kita dan hidup kita ini boleh mejadi saluran berkat bagi semua orang. Marilah kita setia memberitakan FirmanNya, walaupun harus banyak menderita tetapi bila kita tetap setia melakukannya kitalah yang berbahagia, sebagaimana disebut dalam 1 Petrus 4 : 14 “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.”. Kebahagiaan yang kekal sudah disiapkan Yesus bagi kita, melalui kematian, kebangkitan dan kenaikanNya ke surga, untuk itu hiduplah di dalam Tuhan. Amen

Pdt. R. Lumbantobing, S.Th

0 komentar:

Posting Komentar

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons