Kamis, 14 Juni 2012

ALLAH MEMULIHKAN BANGSANYA UNTUK SETIA PERCAYA KEPADANYA (Jehezkiel 17 : 22 – 24)


Ditengah zaman kemajuan sekarang, terutama di “era” globalisasi” dengan kecanggihan alat komunikasi dan informasi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih (IPTEK), kemajuan zaman yang sangat cepat sekarang ini, tidak bisa kita hindari (tolak), tetapi kita harus sambut dengan positif dengan mampu untuk menguasainya. Tetapi masalahnya adalah bagaimana agar iman kita jangan mudah terpengaruh dengan kemajuan zaman melalui kekuatan dan pengetahuan di dunia ini? Bagaimana agar kita jangan sampai meninggalkan Allah karena pengaruh zaman yang berkembang sekarang. Sebagaimana dalam firman ini ketidaksetiaan Raja Zedekia kepada Allah karena pengaruh kekuatan-kekuatan dunia ini. Raja Zedekia tidak setia lagi kepada Allah dan berusaha raja ini bernegoisasi, berkompromi dan berdiplomasi dengan bangsa-bangsa yang maju dan kuat pada zamannya seperti Bangsa Babel dan Bangsa Mesir. Menurut Raja Zedekia apa yang telah dialami oleh bangsanya hidup menderita karena semata-mata persoalan politik dan ekonomi, sehingga raja ini membuat negoisasi dan berkompromi dengan bangsa-bangsa yang kuat agar mereka keluar dari keterpurukan, ternyata justru semakin menderita. Mengapa? Pemahaman Raja Zedekia itu keliru, masalah yang dihadapi bangsanya adalah masalah krisis iman artinya bangsa itu tidak setia dan tidak taat lagi kepada Allah yang menyebabkan mereka mengalami krisis yang multidimensi. Jadi cara pandang yang salah membuat Raja Zedekia melakukan tindakan yang salah. Karena itulah Nabi Yehezkiel tegas mengingatkan kepada Raja Zedekia supaya kembali kepada Allah yang hidup karena Allah yang kita sembah adalah Allah yang kuat yang punya kuasa dan sekalipun bangsa-bangsa di dunia ini seperti Babel dan Mesir kuat, tetapi tidak mampu mengimbangi kekuasaan yang dimiliki oleh Allah, sebagaimana disebut dalam ayat 24, “Segala pohon diladang akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali, Aku Tuhan yang mengatakannya dan Aku membuatnya”, ini adalah gambaran bahwa  Allah itulah yang punya kuasa bagi segala bangsa-bangsa yang boleh ditinggikan dan boleh direndahkan. Karena itulah Nabi Yehezkiel mengajak Raja Zedekia dan bangsa itu kembalilah kepada Allah yang hidup. Disamping itu Yehezkiel memberitakan bahwa Allah akan membuat tindakan yang baru, hidup yang baru, harapan yang baru dengan menanam tunas (ay. 22 – 23), tunas ini adalah sebagai gambaran janji Allah yang akan digenapi dari keturunan Daud (Yes. 11 : 1 – 10) yang menghunjuk dalam diri Yesus Kristus, yang datang ke dunia ini telah menderita, mati, bangkit dan duduk disebelah kanan Allah Bapa sebagai tanda kemuliaanNya (Pilippi 2 : 10 – 11). Karena itulah bagi kita sebagai warga gereja yang hidup di tengah-tengah kemajuan zaman ini, janganlah iman kita mudah terpengaruh akan kekuatan dunia ini, tetapi senantiasalah mengaku iman yang  tahan uji, kokoh dan kuat menghadapi goncangan zaman dengan kesetiaan kita dekat kepada Tuhan melalui doa, pujian dan mendengar firmanNya. Hendaklah kita sebagai warga gereja harus boleh menjadi saksi-saksi Kristus dan menjadi saluran berkat, garam dan terang di tengah-tengah masyarakat yang majemuk ini, sehingga hidup kita ini menjadi bermanfaat bagi semua orang. amen
Pdt. R. Lumbantobing, STh

0 komentar:

Posting Komentar

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons