Kamis, 07 Juni 2012

PELIHARALAH HATIMU UNTUK SELALU PERCAYA KEPADA TUHAN (2 Korint 4 : 16 – 18)


Saudaraku, kehidupan di dunia ini selalu diwarnai oleh dua sisi kehidupan yang terkadang silih  berganti menghampiri kita. Suka dan duka, tawa dan menangis, sehat dan sakit, senang dan menderita adalah bagian dari kehidupan yang memang dapat dialami oleh setiap manusia yang hidup, tidak terkecuali orang yang hidup di dalam Tuhan. Inilah yang disaksikan oleh Rasul Paulus kepada kita melalui nats khotbah pada Minggu ini. Pengalaman hidup dan melayani ditengah berbagai tantangan dan kesulitan yang dihadapinya telah membentuk kepribadian yang tangguh, teguh dan teruji dalam diri Rasul Paulus sebagai pemberita injil. Kesetiaan dan ketaatan Tuhan Yesus sampai akhir hidupnya di tengah berbagai penganiayaan, derita, caci maki, penolakan, hinaan dan siksaan, telah menjadi teladan hidup yang sempurna bagi Rasul Paulus. Itulah yang mendorong dia menjadi orang yang berani dan tegas dalam memberitakan injil yang walaupun hidupnya harus terancam oleh penderitaan dan maut. Dia menyadari bahwa kehidupan nyata dan yang terlihat ini, dengan segala macam keadaan hidup yang boleh dirasakan setiap manusia sifatnya sementara dan akan berlalu. Dia tidak terlalu memperhatikan dan mengejar kenikmatan hidup di dunia ini, karena ia mengharapkan kehidupan yang belum kelihatan itu, yaitu kehidupan yang kekal di sorga. Itulah yang memberi kekuatan baginya di dalam memberitakan Injil Kristus. Ia tidak pula takut menghadapi derita karena iman kepada Kristus, karena ia menyadari penderitaan di dunia karena iman, membuka peluang untuk menerima kasih karunia Yesus Kristus yang berlimpah-limbah melalui kebangkitanNya, untuk memperoleh kemenangan sorgawi.
Saudara yang kekasih, segala sesuatu yang kita miliki dan yang kita alami, hanyalah bersifat sementara dan tidak ada yang abadi. Hidup tak ubahnya seperti roda yang berputar, terkadang diatas, terkadang pula dibawah. Itulah yang disebut dengan harmoni hidup. Nats khotbah ini mengajak kita agar ketika kebahagiaan hidup dapat dinikmati, janganlah itu membuat kita manjadi lupa diri, memegahkan diri dan tidak tahu mengucap syukur kepada Tuhan. Dan manakala penderitaan dan kesulitan menerpa, janganlah itu membuat kita lemah dan putus asa bahkan menyimpang dari jalan yang benar. Serahkanlah seluruh jalan hidupmu padaNya dan tunjukkanlah kesetiaan dan ketaatanmu kepada Tuhan dalam segala keadaan, sampai akhir hidupmu, supaya hidup kekal dapat saudara nikmati kelak. Buatlah  hidupmu berarti bagi Tuhan dan sesama manusia, selama kesempatan masih ada dan berserah dan percaya karena apapun keputusan dan rancanganNya pasti itu akan menjadi yang terbaik bagi hidup kita. Carilah Tuhan dengan kesungguhan hati dan nantikanlah firmanNya selalu, karena itulah yang kekal untuk selama-lamanya. Amen

Pdt. Deli Martha br. Marpaung, STh

0 komentar:

Posting Komentar

Alamat HKBP Pasar Rebo

Recent Posting :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons